Pemanfaatan Teknologi Pengembangan Media dalam Mendukung Upaya Kesehatan Reproduksi dan KIA, Kesehatan Masyarakat kebidanan

Pemanfaatan Teknologi Pengembangan Media dalam Mendukung Upaya Kesehatan Reproduksi dan KIA
Tugas Mata Kuliah Kesehatan Masyarakat
Dosen Pembimbing :
Riski Akbarani, S.KM., M.Kes

Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDT-xcWXwe4a6W-Fw7ZUCOCvwWD7w_e-czetpnOWMZ5EDduK2DRyKgp4ewXlKO0v6hfVzXuwNjqN6ApYzeYkHVFzQ1SpxBhmTLq0A2YSAr4lFB6wcDSWoiLEpF5K0tjJiR_mkA4Pl9RGst/s1600/logo.png

Disusun oleh :
AULIA RAHMAH (BOB0161720) 
Kelas : TERATAI ( Semester Satu )


                                                    

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDEDES MALANG
PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA KEBIDANAN
TAHUN AJARAN 2016/2017



KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatnyalah kami dapat mmenyelesaikan makalah ini dengan baik dan penuh kemudahan. Makalah ini di susun agar dapat mengetahui tentang Pemanfaatan Teknologi Pengembangan Media dalam Mendukung Upaya Kesehatan Reproduksi dan KIA. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan banyak rintangan. Baik itu yang datang dari penyusun maupun yang datang dari luar. Makalah ini membahas tentang “ Pemanfaatan Teknologi Pengembangan Media dalam Mendukung Upaya Kesehatan Reproduksi dan KIA “, dimana mahasiswa maupun masyarakat harus mengetahui sebelum menerapkannya. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen Ibu Riski Akbarani, S.KM., M.Kes mata kuliah Kesehatan Masyarakat telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun makalah ini. Dan teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Penyusun mohon kritik dan sarannya. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.



Malang, 02 Juni 2017





                                                                                                AULIA RAHMAH




DAFTAR ISI





BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Upaya mewujudkan kesehatan masyarakat di Indonesia terutama dilakukan dengan  melakukan perubahan perilaku kesehatan melalui promosi kesehatan. Promosi kesehatan meliputi kegiatan pendidikan kesehatan disertai pemberdayaan masyarakat. Pendidikan kesehatan memiliki tujuan utama mengubah pengetahuan masyarakat agar terbentuk perilaku sehat sesuai yang diharapkan. Peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat diharapkan memicu sikap mendukung perilaku sehat, bila didukung faktor pemungkin dan pendorong akan membentuk perilaku sehat.
Media sebagai saluran informasi merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan kesehatan. Menurut fungsi sebagai saluran pesan media pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan atas media cetak, media elektronik dan media papan (billboard). Beberapa media cetak dikenal antara lain booklet, leaflet, selebaran (flyer), lembar balik (flip chart), artikel atau rubrik, poster dan foto. Media elektronik dapat berupa televisi, radio, video, slide, film strip dan sekarang dikenal internet. Media papan berupa baliho biasanya dipasang di tempat-tempat umum yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Penggunaan alat peraga memperhatikan tujuan penggunaannya (sederhana dan kompleks), sasaran, tempat dan penggunanya. Dengan memahami komunikasi khususnya alat peraga dan media pendidikan kesehatan diharapkan analis laboratorium mampu menyampaikan informasi kesehatan terutama preventif sehingga timbul perubahan perilaku kesehatan masyarakat agar lebih mendahulukan mencegah penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan.

1.2  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Pengertian media promosi kesehatan ?
  2. Bagaimana Tujuan media promosi kesehatan ?
  3. Bagaimana Manfaat media promosi kesehatan ?
  4. Bagaimana Himbauan dalam pesan pada media promosi kesehatan ?
  5. Bagaimana Macam- macam media promosi kesehatan ?
  6. Bagaimana Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan media promosi kesehatan ?
  7. Bagaimana Bahan pembuatan media promosi kesehatan ?
  8. Bagaimana Cara membuat media promosi kesehatan ?
  9. Bagaimana Langkah- langkah penetapan media promosi kesehatan ?

1.3  Tujuan

  1. Menjelaskan pengertian media promosi kesehatan.
  2. Menjelaskan tujuan media promosi kesehatan.
  3. Menjelaskan manfaat media promosi kesehatan.
  4. Menjelaskan himbauan dalam pesan pada media promosi kesehatan.
  5. Menjelaskan macam- macam media promosi kesehatan.
  6. Menjelaskan apa yang perlu diperhatikan dalam pembuatan media promosi kesehatan.
  7. Menjelaskan bahan yang diperlukan dalam pembuatan media promosi kesehatan.
  8. Menjelaskan cara membuat media promosi kesehatan.
  9. Menjelaskan langkah- langkah penetapan media promosi kesehatan.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Media Promosi Kesehatan

Media adalah  alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan atau pengajaran. Media pendidikan kesehatan disebut juga sebagai alat peraga karena berfungsi membantu dan memeragakan sesuatu dalam proses pendidikan atau pengajaran.

2.2 Tujuan Media Promosi Kesehatan

a.       Media dapat mempermudah penyampaian informasi.
b.      Media dapat menghindari kesalahan persepsi.
c.       Media dapat memperjelas informasi.
d.      Media dapat mempermudah pengertian.
e.       Media dapat mengurangi komunikasi yang verbalistis.

2.3 Manfaat Media Promosi Kesehatan

a.       Menimbulkan minat sasaran
b.      Mencapai sasaran yang lebih banyak
c.       Membantu mengatasi banyak hambatan dalam pemahaman
d.      Merangsang sasaran untuk meneruskan pesan pada orang lain
e.       Memudahkan penyampaian informasi

2.4 Himbauan Dalam Pesan pada Media Promosi Kesehatan

Dalam media promosi, pesan dimaksudkan untuk mempengaruhi orang lain, atau pesan itu untuk menghimbau khalayak sasaran agar mereka menerima dan melaksanakan gagasan kita.
a.       Himbauan Rasional
Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa manusia pada dasarnya makhluk rasional. Contoh pesan “Datanglah ke posyandu untuk imunisasi anak Anda. Imunisasi melindungi anak dari penyakit berbahaya” para ibu mengerti pesan itu, namun kadang tidak bertindak karena keraguan.
b.      Himbauan Emosional
Kebanyakan perilaku manusia, terutama kaum ibu, lebih didasarkan pada emosi daripada hasil pemikiran rasional. Bebarapa hal menunjukan bahwa pesan dengan menggunakan imbauan emosional sering lebih berhasil disbanding dengan imbauan dengan bahasa rasional. Contoh: “Diare penyakit berbahaya, merupakan penyebab kematian bayi. Cegahlah dengan stop BAB sembarangan” Kombinasikan dalam poster hubungan gagasan dengan unsur visual dan non verbal, misal dengan gambar anak balita sakit, kemudian tertera pesan “Lindungi anak Anda”:
c.       Himbauan Ketakutan
Penggunaan imbauan dengan pesan yang menimbulkan ketakutan harus digunakan secara berhati-hati. Ada sebagian orang yang mempunyai kepribadian kuat justru tidak takut dengan imbauan semacam ini, tetapi sebaliknya kelompok orang yang memiliki tingkat kecemasan tinggi, pesan semacam ini akan lebih effektif.
d.      Himbauan Ganjaran
Pesan dengan imbauan ganjaran dimaksudkan menjanjikan sesuatu yang diperlukan dandiinginkan oleh si penerima pesan. Teknik semacam ini dirasa cukup masuk akal, karena pada kenyataanya orang akan lebih banyak mengubah perilakunya bila akan memperoleh imbalan (terutama materi) yang cukup.
e.       Himbauan Motivasional
Pesan ini dengan menggunakan bahasa imbauan motivasi yang menyentuh kondisi internal diri si penerima pesan. Manusia dapat digerakan lewat dorongan kebutuhan biologis seperti lapar, haus, keselamatan, tetapi juga lewat dorongan psikologis seperti kasih sayang, keagamaan, prestasi, dll

2.5 Macam- Macam Media Promosi Kesehatan

a.       Pembagian alat peraga secara umum
Alat bantu lihat (visual aids). Alat bantu ini digunakan untuk membantu menstimulasi indera mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan. Alat ini ada 2 bentuk :
1)      Alat yang diproyeksikan (misalnya, slide, OHP, dan film strip)
2)      Alat-alat yang tidak diproyeksikan (misalnya, 2 dimensi, gambar peta, dan bagan) termasuk alat bantu cetak atau tulis, misalnya leafet, poster, lembar balik, dan buklet. Termasuk tiga dimensi seperti bola dunia dan boneka).
Alat bantu dengar (audio aids), yaitu alat yang dapat membantu untuk menstimulasikan indera pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan/bahan pengajaran. Misalnya : piring hitam, radio, tape, dan CD. Alat bantu dengar dan lihat, seperti TV, film dan video.
b.      Pembagian Alat Peraga Berdasarkan Fungsinya
1)      Media cetak
a)      Leaflet. Bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan melalui lembaran yang dilipat.
b)      Flyer (selebaran), bentuk seperti leaflet, tetapi tidak dilipat
c)      Poster. Bentuk media yang berisi pesan-pesan atau informasi kesehatan yang biasanya ditempel didinding, tempat-tempat umum, atau kendaraan umum. Biasanya isinya bersifat pemberitahuan dan propaganda
2)      Media elektronik
Jenis-jenis media elektronik yang dapat digunakan sebagai media pendidikan kesehatan, antara lain adalah sebagai berikut.
a)      Televisi. Penyampaian pesan kesehatan melalui media televisi dapat berbentuk sandiwara, sinetron, forum diskusi, pidato (ceramah), TV spot, dan kuis atau cerdas cermat.
b)      Radio. Bentuk penyampaian informasi diradio dapat berupa obrolan (tanya jawab), konsultasi kesehatan, sandiwara radio, dan radio spot.
c)      Video. Penyampaian informasi kesehatan melalui video.
d)     Slide. Slide dapat juga digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan

2.6 Yang Perlu Diperhatikan dalam Pembuatan Media Promosi Kesehatan.

a.       Leaflet
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan leaflet yaitu:
1)      Tentukan kelompok sasaran yang ingin dicapai
2)      Tuliskan apa tujuannya
3)      Tentukan isi singkat hal-hal yang mau ditulis dalam leaflets
4)      Kumpulkan tentang subyek yang akan disampaikan
5)      Buat garis-garis besar cara penyajian pesan, termasuk didalamnya bagaimana bentuk tulisan
6)      gambar serta tata letaknya
7)      Buatkan konsepnya
8)      Konsep dites terlebih dahulu pada kelompok sasaran yang hampir sama dengan kelompok
9)      sasaran
10)  Perbaiki konsep dan buat ilustrasi yang sesuai dengan isi
b.      Flyer
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan flyer yaitu:
1)      Tentukan kelompok sasaran yang ingin dicapai
2)      Tuliskan apa tujuannya
3)      Tentukan isi singkat hal-hal yang mau ditulis dalam flyer
4)      Kumpulkan tentang subyek yang akan disampaikan
5)      Buat garis-garis besar cara penyajian pesan, termasuk didalamnya bagaimana bentuk tulisan
6)      gambar serta tata letaknya
7)      Buatkan konsepnya
8)      Konsep dites terlebih dahulu pada kelompok sasaran yang hampir sama dengan kelompok
9)      sasaran
10)  Perbaiki konsep dan buat ilustrasi yang sesuai dengan isi
c.       Poster
Poster secara umum terdiri atas beberapa bagian, yaitu: (i) Head line (judul), (ii) Sub head line (sub judul), (iii) Body copy/copy writing dan (iv) Logo dan indentitas. Head line, harus dapat dibaca jelas dari jarak 6 meter, mudah dimengerti, dan mudah diingat. Dalam membuat poster juga perlu adanya Illustrasi. Illustrasi harus berhubungan erat dengan head line, dan terpadu dengan penampilan secara keseluruhan.
Warna merupakan salah satu unsur grafis. Warna dapat dibagi menjadi 3 kelompok menurut jenisnya:
1)      Warna primer : merah, kuning, biru
2)      Warna sekunder : hijau, kuning lembayung
3)      Warna tersier : cokla kemerahan, coklat kekuningan, coklat kebiruan

2.7  Bahan Pembuatan Media Promosi Kesehatan.

a.       Leaflet
Bahan yang diperlukan untuk membuat sebuah leaflet yaitu:
1)      Kertas berwarna yang akan dilipat menjadi 20 x 30 cm
2)      Laptop untuk mendesain leaflet
3)      Printer untuk mengeprint desain leaflet ke kertas berwarna
4)      Gunting untuk menggunting kertas sesuai ukuran
b.      Flyer
Bahan yang diperlukan untuk membuat sebuah flyer yaitu:
1)      Kertas berwarna 20 x 30 cm
2)      Laptop untuk mendesain flyer
3)      Printer untuk mengeprint desain flyer ke kertas berwarna
4)      Gunting untuk menggunting kertas sesuai ukuran
c.       Poster
Bahan yang diperlukan untuk membuat sebuah poster yaitu:
1)      Kertas art paper 50 x 70 cm untuk poster besar dan 35 x 50 cm untuk poster kecil
2)      Laptop untuk mendesain poster
3)      Lem atau plaster untuk menempelkan poster pada tempat yang kita inginkan

2.8 Cara Membuat Media Promosi Kesehatan.

a.       Leaflet
1)      Tentukan konsep promosi kesehatan yang akan dipromosikan
2)      Mendesain latar leaflet menggunakan adobe atau aplikasi lainnya
3)      Tambahkan kata- kata (200 – 400 kata) pada desain leaflet berupa tujuan, isi singkat penyajian yang ingin disampaikan, gambar serta tata letak sesuai dengan konsep yang diambil
4)      Megatur tata tulisan dan warna supaya mudah dibaca
5)      Print desain leaflet yang sudah selesai
6)      Gunting dan lipat leaflet sesuai dengan ukuran yang ditentukan
7)      Foto copy atau perbanyak leaflet sesuai dengan jumlah orang yang akan kita sampaikan promosi kesehatan
b.      Flyer
1)      Tentukan konsep promosi kesehatan yang akan dipromosikan
2)      Mendesain latar flyer menggunakan adobe atau aplikasi lainnya
3)      Tambahkan kata- kata pada desain flyer berupa tujuan, isi singkat penyajian yang ingin disampaikan, gambar serta tata letak sesuai dengan konsep yang diambil
4)      Megatur tata tulisan dan warna supaya mudah dibaca
5)      Print desain flyer yang sudah selesai
6)      Gunting sesuai dengan ukuran yang ditentukan
7)      Foto copy atau perbanyak flyer sesuai dengan jumlah orang yang akan kita sampaikan promosi kesehatan
c.       Poster
1)      Pilih subyek yang akan dijadikan topic
2)      Pilih satu pesan kesehatan yang terkait
3)      Gambarkan pesan tersebut dalam gambar, buat sket
4)      Pesan dibuat menyolok, singkat, dan dapat dilihat pada jarak 6 meter.
5)      Buat dalam warna yang kontras sehingga jelas terbaca.
6)      Hindari kata- kata yang tidak perlu (tidak lebih dari 7 kata)
7)      Tentukan desain latar dari poster
8)      Masukan kata- kata dalam desain latar poster
9)      Print poster yang sudah selesai didesain
10)  Tempelkan poster pada tempat yang ingin di promosikan

2.9 Langkah- Langkah Penetapan Media Promosi Kesehatan.

Langkah-langkah dalam merancang pengembangan media promosi kesehatan adalah sebagai berikut :
a.       Menetapkan tujuan
Tujuan harus relaistis, jelas, dan dapat diukur (apa yang diukur, siapa sasaran yang akan diukur, seberapa banyak perubahan akan diukur, berapa lama dan dimana pengukuran dilakukan).
b.      Menetapkan segmentasi sasaran
Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. Tujuannya antara lain memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, memberikan kepuasan pada masing-masing segmen, menentukan ketersediaan jumlah dan jangkauan produk, serta menghitung jenis dan penempatan media.
c.       Memposisikan pesan (positioning)
Memposisikan pesan adalah proses atau upaya menempatkan suatu prosuk perusahaan, individu atau apa saja ke dalam alam pikiran sasaran atau konsumennya. Positioning membentuk citra.
d.      Menentukan strategi positioning
Identifikasi para pesaing, termasuk persepsi konsumen, menentukan posisi pesaing, menganalisis preferensi khalayak sasaran, menetukan posisi merek produk sendiri, serta mengikuti perkembangan posisi.
e.       Memilih media promosi kesehatan
Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak sasaran. Media yang dipilih harus memberikan dampak yang luas. Setiap media akan memberikan peranan yang berbeda.

BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Promosi kesehatan merupakan suatu bentuk kegiatan yang dijalankan yang bertujuan untuk mencegah potensi terjadinya penyakit, mempertahankan kondisi tetap dalam keadaan baik dan mengatasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan kesehatan individu, keluarga, kelompok, komunitas termasuk masyarakat. Proses pencapaian tujuan dari program promosi kesehatan sangat ditentukan oleh berbagai tahapan dalam promosi kesehatan, terdiri dari pengakjian, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Dimana setiap tahap memiliki hubungan dan saling keterkaitan yang saling mempengaruhi hasil dari pencapaian tujuan program promosi kesehatan.

3.2 Saran
Pencapaian program promosi kesehatan sangat ditentukan oleh kerjasama dari berbagai fihak yang terkait. Terdiri dari : promotor dalam hal ini tim kesehatan (perawat, dokter, ahli gizi, pegawai puskesmas dan lainnya), individu, keluarga, keolmpok, komunitas, masyarakat serta pemerintah. Jadi diperlukannya kesadaran yang tinggi dari berbagai pihak yang terkait untuk dapat mewujudkan tujuan ditunjukkan dengan peningkatan kesadaran dan perubahan pola perilaku hidup sehat ( tidak hanya pribadi tapi juga lingkungan).








DAFTAR PUSTAKA


  1. Departemen Kesehatan RI, Pusat Promosi Kesehatan, Pedoman Pengelolaan Promosi Kesehatan, Dalam Pencapaian PHBS, Jakarta 2008
  2. Departemen Kesehatan RI, Pusat Promosi Kesehatan, Panduan Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku, Untuk KIBBLA, Jakarta 2008 
  3. Departemen Kesehatan RI, Pusat Promosi Kesehatan, Pengembangan Media Promosi Kesehatan, Jakarta 2004
  4. DEPKES RI, 2006. Modul: Promosi Kesehatan untuk Politeknik/D3 Kesehatan. Pusat Promosi Kesehatan Depkes RI, Jakarta.
  5. http://www.pamsimas.org. 2009. Bagaimana Membuat Media Promosi Kesehatan. Diakses pada tanggal 23 Maret 2010.
  6. http://www.pamsimas.org. 2009. Metode dan Media Promosi Kesehatan. Diakses pada tanggal 23 Maret 2010.
  7. Notoatmodjo, S. 2005. Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Rineka Cipta, Jakarta.
  8. Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Rineka Cipta, Jakarta
  9. Edelman, Mandle. 2006. Health Promotion: Throughout the life span 6th ed. Mosby Inc: United State of America
  10. Hawe, P., Degeling, D. dan Hall, j. (1999) Evaluating Health Promotion, Sydney; McLennan and Petty.
  11. Mary Louise O’Connor-Fleming, Elizabeth Parker. 2001. Health Promotion 2nd edition. Allen & Unwin: Australia



Komentar